DPR: Perpanjangan Sunset Policy Batal

Membaca berita di Investor Daily Indonesia, tanggal 30 Januari 2009 semakin bingunglah wajib pajak Indonesia mengenai pelaksanaan sunset policy. dari awal banyak yang menyesalkan konsep, persiapan program Dirjen Pajak ini. mestinya kalau menjadi program pemerintah (bukan hanya program Dirjen Pajak saja, pelaksanaan dan hasilnya mungkin jauh lebih baik)..Bagaimana komentar anda?

Berikut kutipan berita yang saya dapatkan dari Indonesia Daily News.

JAKARTA , Kalangan DPR menilai kebijakan perpanjangan masa berlaku penghapusan sanksi pajak penghasilan (sunset policy) menjadi 31 Maret 2009 bisa batal karena tidak memiliki landasan hukum yang kuat. Kebijakan itu hanya didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 66 Tahun 2008.

Undang-Undang No 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas UU No 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) pasal 37A ayat 2 menetapkan sunset policy berakhir 31 Desember 2008.

Selain itu, pengajuan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 5 Tahun 2008 tentang Perubahaan Keempat atas Undang-Undang No 6 Tahun 1983 tentang KUP menjadi UU yang diharapkan menjadi dasar hukum perpanjangan sunset policy kemungkinan ditolak DPR.

Hal itu dikemukakan anggota Komisi XI DPR Dradjad H Wibowo, anggota Komisi XI Rama Pratama, serta anggota Komisi XI Misbah Hidayat pada raker dengan Menteri Keuangan di Jakarta, Kamis (29/1).

Drajad menilai, kebijakan sunset policy secara legalitas dinilai abu-abu. Dengan demikian akan muncul reaksi penolakan dari Komisi XI. “Secara pribadi, saya setuju sunset policy. Tapi dengan melihat kelemahan-kelemahan hukumnya, dari kalangan Komisi XI akan muncul reaksi penolakan. Kemungkinan akan ditolak sebelum akhir Februari 2009. Konsekuensinya batal demi hukum,” kata dia.

Menurut dia, keluarnya PMK No 66 Tahun 2008 bertentangan dengan UU KUP Nomor 28 Tahun 2007. Pasal 3 Poin c PMK tersebut menyatakan, penyampaian surat pemberitahuan tahunan (SPT) tahun pajak 2007 dan sebelumnya terhitung sejak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif paling lambat 31 Maret 2009.

“PMK memberi kewenangan sunset policy sampai 31 Maret 2009. Padahal UU No 28 Tahun 2007 tentang KUP menyebutkan paling lama satu tahun setelah berlakunya UU itu untuk diberikan pengurangan sanksi. Jadi PMK bertentangan dengan UU,” papar dia.

Sedangkan dalam RUU tentang Penetapan Perppu No 5 Tahun 2008 tentang KUP, pasal 37A menjadi paling lambat 28 Februari 2009.

Rama Pratama menyatakan, pengajuan Perppu No 5 Tahun 2008 diluar kebiasaan, karena pembahasan Perppu tersebut minimal selesai dalam dua bulan. Padahal, perpanjangan sunset policy menurut perppu itu hanya berlaku sampai 28 Februari 2008.

“Kami merasa dipermainkan dengan pengajuan perppu ini. Kami inginkan tidak ada pengajuan perppu tapi evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan sunset policy, jangan sedikit ada masalah minta perppu,” kata dia.

Rama menilai kontribusi penerimaan pajak dari sunset policy sampai Desember 2008 sebesar 15,2% juga menyesatkan. Pasalnya, surplus bisa diperoleh karena hal lain seperti kenaikan harga komoditas.

Sementara itu, Misbah Hidayat menambahkan, terbitnya Perppu tersebut mencerminkan tidak cermatnya pemerintah merumuskan batas waktu sunset policy.

Merespons Permintaan

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah merespons permintaan masyarakat dengan perpanjangan sunset policy.

“Pemerintah berpendapat perlu memperpanjang masa berlaku sunset policy hingga 28 Februari 2009. Dengan masyarakat memiliki cukup waktu untuk mengumpulkan berbagai dokumen terkait sunset policy. Jangka waktu itu juga menghindarkan penumpukan pelayanan pada Maret 2009 yang merupakan batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh,” kata dia.

Sri Mulyani menjelaskan, mengingat sunset policy diatur UU, dalam kondisi normal, perpajangan masa berlaku kebijakan itu harus dilakukan melalui perubahan UU No 28 Tahun 2007.

Thomas E Harefa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: